Penataan Kota Menjadi Perhatian Bupati Sarolangun, Diantaranya, Hampir Sebagian Drainase Yang Ada Di Pusat Kota Sarolangun Mengalami Penyumbatan.

Penataan Kota Menjadi Perhatian Bupati Sarolangun, Diantaranya, Hampir Sebagian Drainase Yang Ada Di Pusat Kota Sarolangun Mengalami Penyumbatan.

Reporter: Rudi Ichwan S | Editor: Rudi Ichwan
Penataan Kota Menjadi Perhatian Bupati Sarolangun, Diantaranya, Hampir Sebagian Drainase Yang Ada Di Pusat Kota Sarolangun  Mengalami Penyumbatan.
Kadis LH Sarolangun Kurniawan TinjauTersumbat Di Pinggir Jalinsum

Penataan Kota Menjadi Perhatian Bupati Sarolangun, Diantaranya, Hampir Sebagian Drainase Yang Ada Di Pusat Kota Sarolangun  Mengalami Penyumbatan.

SAROLANGUN- Kondisi Drainase di wilayah Kota Sarolangun menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Sarolangun dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun H Hurmin-Gerry Trisatwika, pasalnya banyak kondisi drainase yang mengalami aliran “buntu” alias tersumbat.

Dinas Lingkungan Hidup Daerah (LHD) Kabupaten Sarolangun memperkirakan sekitar 60 Persen kondisi Drainase di wilayah Kota Sarolangun mengalami buntu khususnya sepanjang jalan lintas Sumatera, Jalur Dua Kota Sarolangun.

” Kalau drainase umumnya 60 persen di jalan lintas jalur dua itu sudan buntu dan mampet, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Kadis LHD Sarolangun Kurniawan, ST, ME, Senin (10/3).

Menurut Kurniawan, Drainase yang tersumbat disebabkan beberapa faktor, diantaranya kondisi abrasi pasir yang sudah terlalu lama, dan ada juga karena perlakukan oleh oknum masyarakat yang sengaja menutup Drainase sehingga tertutup.

” Sehingga saat hujan, jalan lintas ini tergenang air dan mengakibatkan jalan ini cepat rusak, maka kita lakukan pembersihan, normalisasi Drainase yang ada, melakukan perawatan. Anggarannya masih rutin, menggunakan masih anggaran dinas LHD Sarolangun,” katanya.(Rudi Ichwan S)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya